Acer Aspire One D255

Acer-Aspire-One-D255 “Lho, kok gak mau nyala?” kataku saat melihat si Axioo sudah tidak bisa bernafas lagi. Sudah berbagai metode aku coba untuk menghidupkan si Axioo dari kematiannya, tapi hasilnya nihil. Si Axioo punyaku tetap terbaring tak bernyawa lagi. “Apes banget, mana semua data-dataku disitu lagi” gerutuku dalam hati kecilku.

Sekitar 2 minggu yang lalu Laptop Axioo yang aku beli 9 Januari 2009 sudah gak mau hidup lagi, otomatis semua kegiatan ngeblog dan create firmware terhentikan. Untuk beberapa hari aku hanya bisa merenungi nasip, mau beli Case HDD untuk mengambil data di HDD si Axioo, tapi di tempatku gak ada yang jual Case HDD eksternal. Mau beli Laptop baru tapi gak punya duit, akhirnya aku putuskan menawar Netbook punya teman yang jarang digunakan.

Setelah berdiskusi masalah harga dan lain-lain, akhirnya aku dapatkan Netbook Acer Aspire One D255 (Linux) punya teman dengan harga 1,7jt. Mungkin agak kemahalan kalau di bandingkan harga pasaran, tapi tak apalah. Anggap aja lagi kena tipu. Hehehe.

Spesifikasi Hardware Acer Aspire One D255 (Linux version) :

– OS : Linux (bawaan)
– CPU : Intel Atom N550 (Dual Core 1,5GHz dan 1Mb cache)
– RAM : 1Gb DDR 3
– Baterai : 6 cel Li-ion
– HDD : 320Gb
– Display : 10”
– Wifi
– No Bluetooth
– VGA : Intel GMA 3150

Kalau dilihat spesifikasinya benar-benar tanggung banget. Tapi rata-rata NetBook mempunyai spesifikasi hardware yang hampir sama. Apalagi tipe D255 ini merupakan keluaran lama. Jadi ya mau bagaimana lagi. Tidak adanya Optical Drive tidak membuatku pusing untuk menanamkan Windows XP SP 3 32bit sebagai nyawanya.

Kalau ada yang bertanya :“Kenapa gak di isi 64bit? Kan prosesornya mendukung 64 bit?”. Jawabnya : “Karena gak punya file ISO Windows XP 64 bit. Mau diisi Windows 7 juga takut ngelag, soalnya hardwarenya minim untuk Windows 7”.

Kalau ada yang bertanya : “Kenapa gak beli yang baru aja? Kan udah ada beberapa tipe NetBook yang di bandrol 2,2jt”. Jawabannya adalah : “karena tempat saya jauh dari kota (120KM), jadi malas mau ke kota. Lagian beberapa NetBook yang rata-rata di bandrol di harga 2,2jt hanya menggunakan Baterai 3 cel. Selain itu, saya juga lagi gak punya uang lebih. Wkwkwkkk…”.

Bagaimana dengan kinerjanya?

Prosesor Intel Atom N550 berkecepatan 1,5GHz merupakan prosesor dualcore yang sudah mendukung hypertreading. Satu prosesor dengan dua inti, tiap satu intinya bisa melipat gandakan kecepatannya. Jadi secara teori, prosesor ini sama dengan prosesor singlecore yang berkecepatan 6GHz (kalau salah mohon di benarkan).Mantap bukan?

Kinerjanya memuaskan kalau menurut saya, soalnya Axioo saya kemarin cuma menggunakan prosesor Intel Celeron 2,13GHz, jadi lebih terasa bedanya. Tapi jangan pernah berharap bisa memainkan game-game berat di NetBook AO D255 ini, karena pengolahan grafiknya cuma dikelola Intel GMA 3150 yang sering tersendat saat digunakan memutar film HD.

Baterainya tahan berapa lama?

Kalau baru, seharusnya tahan 6 jam lebih. Kalau second ya berbedda-beda, tergantung pemakaian dan perawatannya. Kalau punya saya ini masih tahan 4 jam lebih.

Untuk para sahabat yang ingin membeli NetBook second, ada beberapa hal yang patut di pertimbangkan kalau menurut saya. Hal-hal tersebut antara lain :

– Prosesor, jangan pernah main-main dengan prosesor. Pilihlah prosesor dengan speed yang paling besar sesuai dengan dana yang ada. Karena prosesor ini tidak bisa di gonta-ganti di kemudian hari.

– Sistem operasi bawaan, kalau bisa pilihlah NetBook yang mempunya OS Windiws asli. Karena perbedaan harganya tidak terlalu jauh, selain itu spesifikasi hardware NetBook ber-OS Linux selalu berada di bawah NetBook ber-OS Windows Asli.

– Desain fisik, ini yang selalu saya cari. Wkwkwkwkkk, soalnya kalau mau di jual lagi pasti cepat laku NetBook yang desainnya bagus.

– Baterai, selau pilih NetBook yang berbaterai 6cel atau lebih. Soalnya harga baterai itu mahal, selain itu baterai 3 cel juga akan lebih cepat rusak di bandingkan baterai 6 cell atau lebih.

Jadi harap difikirkan 4 hal tersebut, karena 4hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kepuasan kita kelak. Okey, sekian dulu artikel dari saya. Kalau mau sharing atau ada pertanyaan silahkan menuliskannya melalui komentar.🙂

8 Responses to Acer Aspire One D255

  1. Saiful mengatakan:

    Wah arkitel bagus nih (tmbh pengalaman),, c0c0k untk 0rg sprti sy yg gaptek,, maklum lum pernah punya ntb0ok / elapt0p sendiri.

  2. Saiful mengatakan:

    Lha,, itu gmn nasib si axi0o selanjutnya? apa almarhum begitu aja.
    Hehe..

    • rampadan mengatakan:

      Almarhum om, aq ambil harddisknya aja om. Dibaikin jg bakalan abis banyak. Jd percuma aja.

      -original message- Subject: [myNote] Komentar: “Acer Aspire One D255”

  3. Nourman Hajar mengatakan:

    Huh, kata siapa om, laptop ber-OS Linux itu speknya lebih rendah?😛
    Maaf om, ane pengguna Linux sejati…

    • rampadan mengatakan:

      Disini saya bicara tentang marketing produk acer mas bukan tentang windows dan linux. Coba mas liat2 spesifikasi netbook yg dijual acer. Pasti mas akan mengerti maksud saya. Sepertinya mas benar2 cinta linux, saya juga pernah pakai linux ubuntu. Cuman karena kerjaan memaksa saya menggunakan windows, akhirnya saya pindah ke windows.

Silahkan Tuliskan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: