Untuk Apa Beli Smartphone ?

Beberapa saat lalu judul artikel di atas tertera di Detikinet.com, saat membacanya saya hanya bisa tersenyum. Apa yang tertulis di artikel itu memang saat ini menjadi realita yang menyedihkan. Berikut akan saya berikan penggalan artikelnya :

 

Teori vs Praktek

Sedang berjalan-jalan di toko buku, mau tahu buku mana yang bagus? Lewat smartphone, informasi ini bisa didapatkan dalam satu jentikan jari. Lapar, mau cari tempat makan enak? Lagi-lagi smartphone bisa diandalkan, misalnya lewat aplikasi seperti Makan di Mana (Ya, ini buatannya detikcom. Numpang promosi sedikit boleh dong).

Bahkan smartphone jadi bagian dari percakapan sehari-hari:
“Hey, sudah nonton ‘The Adjustment Bureau?” kata seorang teman.
“Oh..” [berhenti sejenak, menunduk] “..filmnya Matt Damon ya? Yang diangkat dari cerpennya Philip K Dick?” jawab teman yang satu lagi.
“Iya..” [berhenti sejenak, menunduk] “..bagus tuh. Skor-nya 72 persen di RottenTomatoes,” sambung teman yang lain. Dan seterusnya.

Sayangnya percakapan di atas masih fiksi, karena film-film Hollywood sekelas ‘Adjustment Bureau’ dan lain-lain masih seret peredarannya di Indonesia. Teorinya sih memang seperti itu. Smartphone bisa jadi ‘otak kedua’ atau ‘otak cadangan’ bagi penggunanya, selalu siap di setiap saat untuk membantu produktivitas sehari-hari.

Namun apakah itu yang dipikirkan pengguna di Indonesia saat membeli smartphone? Sudahkah kita benar-benar memanfaatkannya? Berapa banyak orang yang datang ke pusat-pusat penjualan ponsel untuk sekadar mencari ponsel terbaru dan termahal? Berapa banyak mereka yang kemudian memilih smartphone hanya demi gengsi? Karena ikut-ikutan teman. Karena pergaulan mensyaratkan ia menggunakan platform chat/messaging tertentu, misalnya. Buat apa beli smartphone? Apakah untuk pekerjaan, pergaulan atau ada alasan lain yang belum diungkapkan?

Smartphone atau ponsel pintar memang sedang naik daun akhir-akhir ini, sebagian besar dari kita memang sudah memilikinya. Tapi sudahkah kita memanfaatkan semua fitur-fiturnya? Atau smartphone tersebut hanya buat hiasan dan jadi alat untuk menaikkan martabat kita saat ada orang yang melihatnya?

Saya lebih sering mendengar melihat orang memanfaatkan BB hanya untuk BBM dari pada memanfaatkan BB sebagai media kirim terima email. Saya juga sering melihat ponsel smartphone di bawa oleh anak-anak sekolah yang belum tahu apa saja fitur yang ada di dalamnya.

Smartphone bisa jadi media kita untuk mencari tahu tentang dunia melalui internet, smartphone juga yang mengantar saya membuat artikel dan mencari tahu apa yang belum saya tahu. Karena itu sebaiknya kita bersikap bijak saat membeli ponsel, tidak perlu kita membeli ponsel mahal dan bertitel smartphone kalau kita hanya ingin menggunakannya untuk sms dan telfon. Bagaimana menurut sahabat sekalian??

12 Responses to Untuk Apa Beli Smartphone ?

  1. Aini mengatakan:

    bener juga ya mas,, saya dulu beli smart phone saya juga dengan alasan yang aneh,, cuma pengen ringtone nya bisa terdengar keren saat orang laen mendengar,, setelah dua taon baru ngerti pake fitur laennya yang bermanfaat buat kerjaan,, (“,). untungnya saya bukan orang yang suka ikot trend mas he he he.

    • rampadan mengatakan:

      Hahaha… Saya orangnya selalu ingin tahu, dan selalu ingin mencoba hal yang baru. Untung aja duitnya mepet, jadi gak bisa se enak hati gonta ganti ponsel… Hehhehe…

  2. beni mengatakan:

    seringnya adalah orang2 tersebut lbh pintar gadget nya dr pd yg punya gadget itu sendiri. . . .xixixi
    piss mas brow!

  3. Andre mengatakan:

    Klw pke smart phone orang yg make jg hrus smart jg mas.. Dah beli mahal tp gak bsa eksplorasinya ya prcuma aj..tp kecuali bgi mreka yg punya duit gak masalah,yg pnting gaya..hehehe.. Tp parahnya klw dah pinter pke smart phone malah bkin kecanduan n ketergantungan sperti saya mas(ngaku sendiri).. Hahaha..

  4. zulfar_rr mengatakan:

    tmen saya mlah aneh lg mas, punya smartphone bilang mw djual. Saya liat-liat sambil mengeksplor hp nya. Diapun brtanya, lho kog ada yg kyak gitu di hp ku. Rupanya dia blum tw, kirain ngerti. Lalu saya ngomong hp nya tak beli ya! Aku naksir hp mu. Eh, dia mlah bilang, ah ngga’ jadi dijual. Katanya, ternyata Nokia 6730 saya hebat n banyak fungsinyatanya, lho kog ada yg kyak gitu di hp ku. Rupanya dia blum tw, kirain ngerti. Lalu saya ngomong hp nya tak beli ya! Aku naksir hp mu. Eh, dia mlah bilang, ah ngga’ jadi dijual. Katanya, ternyata Nokia 6730 saya hebat n banyak fungsinya

    • rampadan mengatakan:

      Hehehehe… Banyak juga yg gt mas… Adik saya sendiri beberapa hari yg lalu beli e63 katanya biar samaan sama saya… Ech, waktu saya bilang hape itu bisa copy cut paste, malah dia juga gak ngerti….

  5. arif mengatakan:

    smart phone yang murah apaan yah?? mw nambah 1 lagi neh… heheheh..

Silahkan Tuliskan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: